Wednesday, April 24, 2013

Aku terima nikahnya

Hariku kini tiba

Jumaat penuh barakah
Kemulian hari kurniaan Ilahi
Hari ini hari aku
Hari aku bakal menggenggam  amanah
Menjunjung tanggungjawab
Memikul kemuliaan seorang wanita
Menjadi pelindung di dunia
Mencurah kebahagiaan 
Maka tiada pernah luntur kebahagian itu
Menjadi penjaga siang dan malam
Sekarang semuanya digenggaman kudrat ini
Syukur kepadaMu yang Maha Esa
Mengurniakan aku kaum Hawa
Yang bakal menjadi peneman seumur hidupku
Di duniaMu ini hingga ke jannahMu ya Rabbi
Hingga saat aku terima maharnya
Maka ertinya hidup mati bersamanya
Kasih sayangku segalanya untuknya
Cintaku kasihku sayangku
Itulah seindah ungkapan untuknya
Betapa aku mencintaimu Zalikha...
Selamanya...

Jumaat yang mendung
30 November 2012
Akad nikah
Samariang Aman

Thursday, October 18, 2012

Mari Berpantun

"Pantun Beringat"

Anak siakap mencari makan
Berenang jauh bersama ibu
Mari adik kita jayakan
Mahu berjaya usaha perlu

Terbang jauh si anak punai
Riang gembira berterbangan
Janganlah adik jangan lalai
Ingatan guru jadi pegangan

Bunga raya bunga kebangsaan
Sangat cantik di guna Rajandras
Marilah adik mari bersukan
Badan sihat otak cerdas

Siang dan malam makan durian
Durian sedap durian Pak Ali
Ilmu dunia jadi pencarian
Ilmu akhirat ilmu hakiki

Berjalan ke hutan bersama Mei Ling
Sambil berjalan makan kuaci
Berkawanlah dengan orang sekeliling
Pasti hidup sentiasa dirahmati

Daun pandan baunya harum
Diguna untuk membuat bubur
Janganlah bangga terlalu kagum
Nanti kejayaan menjadi mundur

Terbang burung tinggi di atas
Terbang bersama si burung punai
Tumpukan perhatian di dalam kelas
Nescaya mudah ilmu dicapai

Menari Zapin di negeri Johor
Tarian warisan zaman berzaman
Elakkan diri jadi pengotor
Amalkan diri untuk kebersihan

19 Oktober 2012
SK Rajau Ensika
Simunjan
1035 pagi
"Ku lihat jauh"

Cahaya yang terang
memancar di utara bukit
kadang kala malap
kadang kala terang
diselubungi kerancakan bukit
meninggikan dirinya
satu persatu jatuh
rebah menyembah bumi
masihkah ada harapan
yang terasa diluar kemampuan
tiada apa yang boleh menjatuhkan
selagi ada kudrat
menggalas sebuah bebanan
yang mana mungkin dilupakan
hancurkah?
punahkah?
kekalkah?
persoalan ligat memacu
difikiran otak kalbu
mana mungkin
ku lihat jauh....

SK Rajau Ensika
Simunjan
Kelas Tahun 5
19 Oktober 2012
0945 pagi
Musim Banjir

Monday, October 10, 2011

APAKAH PUISI??

PUISI: DEFINISI DAN UNSUR-UNSURNYA

PUISI: DEFINISI DAN UNSUR-UNSURNYA

1. Pengertian

Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalahpoetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter (dalam Tarigan, 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.

Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:6) mengumpulkan definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai berikut.

(1) Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.

(2) Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi.

(3) Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.

(4) Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-citra, dan disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris, pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan bahasanya penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut secara teratur).

(5) Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam.

Dari definisi-definisi di atas memang seolah terdapat perbedaan pemikiran, namun tetap terdapat benang merah. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:7) menyimpulkan bahwa pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi itu sebenarnya. Unsur-unsur itu berupa emosi, imajinas, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur.

2. Unsur-unsur Puisi

Berikut ini merupakan beberapa pendapat mengenai unsur-unsur puisi.

(1) Richards (dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa unsur puisi terdiri dari (1) hakikat puisi yang melipuiti tema (sense), rasa (feeling), amanat (intention), nada (tone), serta (2) metode puisi yang meliputi diksi, imajeri, kata nyata, majas, ritme, dan rima.

(2) Waluyo (1987) yang mengatakan bahwa dalam puisi terdapat struktur fisik atau yang disebut pula sebagai struktur kebahasaan dan struktur batin puisi yang berupa ungkapan batin pengarang.

(3) Altenberg dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6), meskipun tidak menyatakan secara jelas tentang unsur-unsur puisi, namun dari outline buku mereka bisa dilihat adanya (1) sifat puisi, (2) bahasa puisi: diksi, imajeri, bahasa kiasan, sarana retorika, (3) bentuk: nilai bunyi, verifikasi, bentuk, dan makna, (4) isi: narasi, emosi, dan tema.

(4) Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1987:27) menyebut adanya unsur penting dalam puisi, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.

(5) Meyer menyebutkan unsur puisi meliputi (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) simbol, (5) bunyi, (6) ritme, (7) bentuk (Badrun, 1989:6).

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur puisi meliputi (1) tema, (2) nada, (3) rasa, (4) amanat, (5) diksi, (6) imaji, (7) bahasa figuratif, (8) kata konkret, (9) ritme dan rima. Unsur-unsur puisi ini, menurut pendapat Richards dan Waluyo dapat dipilah menjadi dua struktur, yaitu struktur batin puisi (tema, nada, rasa, dan amanat) dan struktur fisik puisi (diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima). Djojosuroto (2004:35) menggambarkan sebagai berikut.

Gambar 1. Puisi sebagai struktur

Berdasarkan pendapat Richards, Siswanto dan Roekhan (1991:55-65) menjelaskan unsur-unsur puisi sebagai berikut.

2.1 Struktur Fisik Puisi

Adapun struktur fisik puisi dijelaskan sebagai berikut.

(1) Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.

(2) Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata. Geoffrey (dalam Waluyo, 19987:68-69) menjelaskan bahwa bahasa puisi mengalami 9 (sembilan) aspek penyimpangan, yaitu penyimpangan leksikal, penyimpangan semantis, penyimpangan fonologis, penyimpangan sintaksis, penggunaan dialek, penggunaan register (ragam bahasa tertentu oleh kelompok/profesi tertentu), penyimpangan historis (penggunaan kata-kata kuno), dan penyimpangan grafologis (penggunaan kapital hingga titik)

(3) Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.

(4) Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.

(5) Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito, 1986:128). Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo, 1987:83). Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.

(6) Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.), (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya [Waluyo, 187:92]), dan (3) pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

2.2 Struktur Batin Puisi

Adapun struktur batin puisi akan dijelaskan sebagai berikut.

(1) Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.

(2) Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.

(3) Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.

(4) Amanat/tujuan/maksud (itention); sadar maupun tidak, ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisinya.


PETIKAN DIAMBIL DARIPADA :

http://endonesa.wordpress.com/2008/09/08/puisi-definisi-dan-unsur-unsurnya/

Saturday, October 1, 2011

“Hari Ini, Esok…”

Tatkala mata ini memancar

Ligat melihat dunia

Ada yang putih

Ada yang hitam

Karenah pelbagai ragam

Siapakah yang betul – betul manusia

Dikalangan manusia??

Adakah manusia itu sebenar-benar insan?

Hari ini mata masih terbuka

Mungkin esok sudah tiada…

Luah rasa :

Osman Zaini

SK Pujut Corner Miri

25042011

Praktikum Fasa 3

Perhimpunan Sekolah

“Murid Itu… “

Kasihan...

Apabila melihat dia

Berambut kusut kering

Wajahnya sayu rendah diri

Bajunya lusuh kuning renyuk

Berkasut comot tanah melekat

Sedih hati ini melihatnya

Murid itu..

Terpancar diwajahnya kesulitan

Dirinya menunjukkan kesusahan

Kadang – kadang terukir senyuman dibibir

Tetapi kepahitan lebih dari kemanisan

Kasihan..

Kepompong kemiskinan belenggu dirinya

Menjadi kesukaran liku hidup

Hatinya membara merangkak ke gedung ilmu

Melihat temannya riang di sana

Prinsipnya mahu belajar mahu berjaya

Kasihan…

Cemburu membara melihat teman

Pakaian bersih cantik belaka

Tapi dia mengerti siapa dirinya

Apa yang termampu

Murid itu…

Ku doakan kejayaan padanya

Ku doakan kehidupan untuknya

Moga berubah nasib dirinya

Belajarlah demi satu kehidupan

Hanya ilmu pengubah nasibmu…

Luah rasa:

Osman Zaini

SK Pujut Corner Miri

Praktikum Fasa 3

Perhimpunan Sekolah

25042011

0745 pagi

Friday, February 11, 2011

"Aku Memang Bersalah"

semalaman menderita
aku kaku
aku kelu
mana salah aku
mungkin memang aku yang bersalah
aku dicurigai
aku harus menerima
memang salahku
puncanya memang diriku
hati ini koyak resah
aku yang bersalah
hinanya diri ini
kesalahan diri ciptaan sendiri
yang perlakuan tindakan tanpa fikir
maafkan aku kasih
jika masa lampau dapat ku ulangi
akan ku tebus salahku
salahku tetap salahku
cukup sudah kau menderita
maafkanku sayangku..
yang ku ada hanya kamu saja..

osmanzaini
Taman Pantai LuaK, Miri
12.22 tengahari
12.02. 2011

Tuesday, February 8, 2011

salam semua..


" Tanpa Tajuk"
hari ini lebih baik dari semalam..
setiap yang terjadi pasti memberi nikmat..
resah bingung memang lumrah..
menjelma gembira hati ria..
adapun sedih menimpa jiwa..
jangan dilayan memakan hati..
hidup berliku harus dijalani..
yang pantas pasti maju..
yang lambat pasti hancur..
dunia ini gelanggang penentuan..
hati - hati perangkap samar..
boleh menjelma sekelip mata..
kawan makan kawan..
kawan menikam belakang..
memang lumrah hidup berkuasa..
cabar mencabar perkara biasa..
yang mencabar hangat - hangat tahi ayam..
yang dicabar mulalah berlagak mulia berkata manis..
itu semua hari semalam..
hari ini pasti ada yang lain..
dan esok bersedialah..

osmanzaini
Taman Pantai Luak, Bakam, Miri, Sarawak
1145 malam
080211

Thursday, August 13, 2009

Apa Konklusinya



Apa Konklusinya?

Apa konklusinya
Ayam bersabung mencari juara
Puak berpecah bermain lidah
Cakap belakang lontar sebarang
Mahu cari sepakat kata mereka
Kedustaan berleluasa sekali
Semua dusta jadi halal sekarang

Apa konklusinya
Pemimpin dipilih tunjuk belang
Bela rakyat ringankan beban katanya
Mahukan semua merasa nikmat
Bertelagah, bermasam duka kalian
Itukah namanya penyatuan? Perpaduan?
Salah pilih orang itulah padahnya

Tiada konklusinya
Musyawarrah, meja bulat hanya boneka
Fitnah , sumpah seranah berleluasa
Itulah gaya pimpinan pilihan rakyat
Sedangkan semua bijak pandai
Toleransi sukar sudah melekat dalam fikiran mereka
Kadangkala yang salah dipertahan
Yang benar terus tenggelam ditabur fitnah

Osman Zaini
IPGM KAMPUS SARAWAK
040809
0252 PETANG

Tuesday, July 7, 2009

aku dan dia...





lamak dah sik masuk blog tok...





my cuti di kL dgn family bkal mentua..heheheh..sayang..aku cintakan kamu..

Friday, May 22, 2009

AKU RINDU.....


Biarlah gambar ini menceritakan segalanya...

Saturday, May 16, 2009

MINGGU PEPERIKSAAN DAN CUTI !!!


Terasa debaran di hati kerana peperiksaan akan menjelma tidak lama lagi.. tetapi tidak sabar juga mahu menghabiskan sahaja kerana musim cuti bakal bermula.. terasa kerinduan tatkala terkenangkan keluarga tercinta dan orang yang disayangi kekasih hati.. moga perjalanan peperiksaan berjalan lancar dan cuti ini membawa seribu makna dan kenangan bahagia bersama orang tersayang...

Friday, May 15, 2009

TERIMA KASIH CIKGU....

Ku dedikasikan kepada semua insan bernama GURU..tanpamu tiada aku menjadi MANUSIA seperti hari dan tika ini...

Jasamu


Tanpa rasa jemu
Tanpa rasa penat
Tanpa rasa malu
Tanpa rasa sakit
Engkau terus membanting keringat
Engkau terus melontarkan suara
Demi anak bangsa merdeka
Demi negara indah tercinta
Penat lelah kau ketepikan
Segala kesulitan tidak kau hiraukan
Untuk anak didik mu ini
Engkau rela berkorban
Wang ringgit, keringat dan waktu terluang
Hanya untuk satu harapan
Harapan yang diertikan tangjungjawab
Harapan yang diertikan amanah
Yang dimana perlu dilaksanakan
Satu harapan satu tujuan
Hanya untuk melihat anak didik
Menggulung segulung kertas yang tinggi nilainya
Itulah kepuasan untuk insan bernama Guru
Terima kasih atas jasamu..........


Luahan minda,
Osman Zaini
IPS,MIRI
25/10/07
02.11 am

" GURU PEMBINA NEGARA BANGSA "


SELAMAT HARI GURU DIUCAPKAN KEPADA SEMUA WARGA PENDIDIK YANG BERGELAR GURU DISELURUH MALAYSIA. SEMOGA SEMUA USAHA PENDIDIK TANAHAIR MENJADI KENYATAAN DAN BERJAYA MEMBENTUK MODAL INSAN YANG MEMENUHI ASPIRASI NEGARA UNTUK MEMBENTUK SEBUAH MASYARAKAT NEGARA BANGSA. TERIMA KASIH CIKGU !!!!!

" Saya dari MALAYSIA suka HATI!!!"


Nyanyian yang membawa seribu makna kepada semua warga pendidik..

Wednesday, May 13, 2009

Tuesday, May 12, 2009

KURSUS KEPIMPINAN JPP ZON SARAWAK 2009

Lama sudah tidak membelek blog saya ini. Rasanya hampir seminggu tidak memberi curahan rasa dan intipati ini. Untuk pengetahuan semua, saya baharu sahaja balik dari menghadiri satu kursus yang memberi berjuta rasa dan makna dalam diri saya ini. Tanggal 10 Mei hingga 12 Mei 2009, Kursus Kepimpinan Jawatankuasa Perwakilan Pelajar (JPP)Peringkat Zon Sarawak anjuran IPGM Kampus Sarawak, Miri telah diadakan di Eastwood Valley Golf & Country Club. Kursus sepanjanga 3 hari 2 malam tersebut telah disertai oleh semua IPGM Zon Sarawak iaitu Kampus Sarawak Miri,Kampus Batu Lintang, Kampus Tun Abdul Razak dan Kampus Rajang. Objektif utama kursus ini diadakan adalah mempertemukan semua JPP seluruh Bumi Kenyalang dan berfikir, membuat resolusi dan seterusnya membawa permasalahan yang dihadapi semua guru pelatih di IPGM masing - masing dimana perkara ini akan dibawa ke persidangan kebangsaan pada Jun hadapan. Apa yang penting dalam kursus ini adalah kita mahukan tranformasi dan satu gelombang perubahan yang akan lebih menjadikan kehidupan kita di IPGM lebih selesa dan kondusif. Apa yang kita mahukan jga adalah hak kita yang mana kita tidak ketahui tetapi ia merupakan hak kita sebagai guru pelatih. Saya percaya selepas kursus ini melabuhkan tirainya, para YDP IPGM masing - masing akan bertindak lebih asertif dan radikal untuk melihat kejayaan kepimpinan yang telah dipertanggungjawabkan. Seharusnya kita perlu ingat, kita hidup di muka bumi ciptaan Tuhan ini telah dikurniakan dua pilihan iaitu kejayaan atau kegagalan..

Saturday, May 9, 2009

" PELITA HIDUP "














salam sastera semua..
kini saya melangkah setapak lagi dalam sastera Melayu..
saya dalam usaha untuk menghasilkan karya iaitu skrip drama musikal. Hasilnya saya serba sedikit belajar dan mengenali apa itu drama musikal dan penghasilan skripnya. moga apa yang saya hasilakn ini akan dimanfaatkan sepenuhnya. Saya masih belajar dan bertatih dalam sastera ini.
Cerita yang bakal diutarakan ini adalah bertemakan tentang keilmuan. Pada masa kini zaman globalisasi ilmu adalah wahana yang cukup penting dan memberi manfaat kepada penghuni dunia ini. Ilmulah yang menjadi alat perpaduan, perhubungan dan kemajuan sesuatu bangsa. Tanpa ilmu dunia akan gelap dan kosong jiwa penghuninya. Ilmu dunia dan akhirat ibarat aur dengan tebing, tiada pemisah dan amat penting kedua –duanya. Kedua –duanya merupakan santapan jiwa nurani manusiawi.
Dalam teater ini membawa kita merenung dan berfikir sejenak serta muhasabah diri untuk memahami betapa pentingnya ilmu kepada “rupa paras “ kehidupan manusia di dunia. Jika ilmu tidak dicari, nescaya tidak akan datang bergolek ilmu mencari kita. Dalam teater musical “ Pelita Hidup” ini membawa kita meneroka cara hidup dan mentaliti masyarakat kampung dan fahaman mereka berkaitan ilmu. Bagaimana ilmu itu berfungsi dan perjalanan ilmu itu mempengaruhi kehidupan anak – anak mereka suatu hari nanti. “ Payung Hidup” mengisahkan hidup dan nasib Mamat dalam meniti alam remaja yang penuh pergolakan dan cabaran. Mamat sememangnya seorang yang mahu belajar dan cintakan ilmu terpaksa diberhentikan sekolah oleh ibu bapa kerana kemiskinan dan hidup umpama kais pagi makan pagi, kais petang makan petang. Keluarga Mamat amat susah kerana tiada latar belakang pendidikan yang sempurna. Bapanya hanya bersekolah satakat tahun dua dan maknya tiada peluang untuk bersekolah. Jadi secara tidak langsung mempengaruhi mentaliti mereka mengatakan ilmu itu tidak penting dan membuang masa.
Itulah serba sedikit salam perkenalan dengan skrip yang saya hasilkan. Moga saya skrip dan cerita ini diterima untuk dipersembahkan dalam pertandingan drama Piala Ketua Menteri antara IPGM di Sarawak. Sama - samalah kita berdoa...

" PELITA HIDUP "